Penyakit Lupus

Penyakit Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah penyakti yang kronis autoimun yang terjadi karena produksi antibodi (zat kekebalan tubuh) berlebihan. Penyakit lupus dapat berakibat fatal jika tidak terdiagnosis dan ditangani sejak dini. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus yang menyerupai penyakit ini. Karenanya penyakit ini sering disebut “peniru ulung”.

Penyakit Lupus

Penyakit lupus sering menyerang wanita dalam usia produktif. Gejala umumnya dalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, dan pegal-pegal otot. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai kupu-kupu, lemas dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.

Penyakit lupus sendiri dibagi menjadi tiga jenis yaitu LSE (lupus Erythematosus Systemic), lupus discoid dan lupus obat (terjadi karena efek samping obat).

Penyakit lupus tidak menular dan tidak dapat dikatakan sebagai penyakit keturunan. Hingga kini, tingkat prevalensi penderita lupus akibat faktor genetik hanya mencapai 10%. Faktor yang diduga sangat berperan memicu munculnya penyakit lupus adalah lingkungan, seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus.

Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Penyakit lupus biasanya dihubuungkan dengan suatu sistem imun atau sistem kekebalan di dalam tubuh, dimana sistem kekebalan ini menyerang tubuh penderitanya sendiri yang disebut sebagai penyakit autoimun. Di negara maju seperti negara Amerika sekalipun, penyakit ini terjadi sebanyak 16.000 kasus baru dalam setiap tahunnya, dan menurut salah satu survey yang dilakukan kebanyakan jumlah dari penderita lupus lebih banyak dibandingkan dengan orang yang menderita penyakit AIDS, serebral palsi, multiple selerosis dan juga yang lainnya.

Jenis Penyakit Lupus

Penyakit lupus terbagi menjadi 3:

  1. Cutaneus lupus
    Penyakit ini sering disebut dengan istilah discoid dimana penyakit ini biasanya hanya lebih sering menyerang bagian kulit saja. Untuk mengetahui gejala penyakit lupus jenis ini adalah : munculnya ruam yang terjadi di leher, kulit kepala dan juga ruam yang muncul diseluruh tubuh, dan juga pada salah satu bagian tubuh atau juga dibagian seluruh tubuh yang warnanya merah sampai menimbulkan sisik, terkadang juga menyebabkan gatal-gatal dan juga hampir pada semua jenis golongan ini biasanya akan berubah menjadi sistemik.
  2. Sistemik lupus
    Penyakit lupus jenis ini biasanya lebih menyerang ke bagian organ tubuh misalnya adalah bagian sendi, otak atau juga saraf, darah, pembuluh darah paru-paru, ginjal, jantung, hati serta organ mata. Penyakit lupus jenis ini adalah salah satu bentuk jenjang penyakit lupus yang lebih parah dan lebih berat karena jenis ini biasanya lebih banyak menyerang organ-organ vital baik terjadi satu atau juga pada beberapa organ vital yang lain.
  3. Drug Induced Lupus (DIL)
    Penyakit lupus ini muncul setelah seseorang menggunakan obat-obatan jenis tertentu. Misalnya adalah obat antibiotik dengan golongan silfa, obat-obatan antituberkulosa seperti INH, dan golongan obat hydralazin untuk penyakit hipertensi dan jenis golongan obat prokainamid untuk penyakit jantung. Namun untuk beberapa tahun terakhir ini obat hydralazin dan obat prokinamid sudah jarang untuk digunakan.

Hingga saat ini penyebab penyakit lupus masih belum diketahui, dan disebutkan bahwa selain akibat faktor genetik, faktor hormonal atau stres dan juga faktor lingkungan yang berperan penting memberikan pengaruh untuk menstimulus penyakit lupus terjadi. Namun harus diketahui bahwa penyakit lupus tidak menular dan juga sebagian besar penderita penyakit lupus adalah wanita yang berusia muda di masa produktif. Sehingga lebih sering dianggap bahwa penyakit lupus ini lebih identik dengan penyakit wanita.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala penyakit lupus yang muncul sangat bervariasi, semua tergantung dari bagian tubuh mana yang diserang. Kalaupun bagian tubuh yang diserang sama, biasanya gejala atau tanda penyakit lupus yang muncul juga berbeda pada setiap individu. Itu mengapa seseorang penderita penyakit lupus menjadi sulit untuk terdeteksi secara dini. Dan bahkan penyakit lupus ini juga bisa menyerupai seperti gejala penyakit yang lainnya. Misalnya adalah jika yang diserang adalah dibagian darah maka penderita biasanya akan merasakan gejala seperti penyakit anemia. Dan jika yang diserang mulut, penderita akan mengalami sariawan yang tidak kunjung sembuh yang dianggap sebagai kekurangan vitamin C di dalam tubuh.

Jika penyakit lupus menyerang bagian sistem saraf yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan mental, kejang dan juga psikosis dan sakit kepala yang sangat berat. Sistem otot yang mengalami serangan ini biasanya akan menunjukkan beberapa gejala penyakit lupus yang terjadi dengan khas misalnya adalah rasa lemah dan juga nyeri sendi atau otot, baik yang terjadi atau juga tanpa adanya suatu pembengkakan serta menunjukkan adanya kemerahan dibagian tubuh yang terserang.

Gejala penyakit lupus yang umum muncul adalah :

  1. Bercak merah pada hidung dan pada kedua pipi yang membentuk seperti kupu-kupu. Bercak ini selanjutnya akan muncul diseluruh bagian tubuh.
  2. Rasa kelelahan dengan tingkat yang berlebihan.
  3. Nyeri sendi
  4. Penyak anemia dengan kasus parah
  5. Sesak nafas dan berat
  6. Sensitif pada sinar matahari.

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit lupus adalah salah satunya dengan tindakan melakukan tes antinuclear antibodies atau ANA. Tes ini biasanya akan mendeteksi atau mengidentifikasi auto antibody atau antibody perusak yang bisa memakan sel-sel yang sangat berguna di dalam tubuh. Jika hasilnya positif maka kemungkinan besar orang ini mengalami penyakit lupus.

Penyakit Lupus

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Comments Off

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik - Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit yang biasanya akan dialami dan diderita oleh mereka sejak mereka lahir dan biasanya sudah didiagnosis oleh mereka mencapai usia 89 tahun. Penyakit lupus eritematosus sistemik adalah penyakit yang disebabkan karena tubuh melakukan reaksi yang dilakukan dengan berlebihan pada stimulus asing dan tidak dikenal dan juga memproduksi banyak antibodi, atau juga protein-protein yang biasanya melawan jaringan tubuh.

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

 Penyakit Lupus

Penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik adalah disebabkan karena genetikan lupus. Gen bisa memperbesar peluang resiko penyakit lupus dengan cara meningkatkan kemampuan tubuh untuk lebih memproduksi banyak antibody. Gen ini adalah gen HLA (Human Leukocyte Antigen) tingkat II (ada gen tingkat I, II, dan III) dan juga pada gen-gen ini biasnaya akan muncul pada permukaan sel sehingga akan memunculkan zat luar yang disebut dengan antigen. Untuk sel darah putih yang menjadi pusat sistem kekebalan tubuh.

Kerusakan yang terjadi pada gen HLA yang tingkat III akan menyebabkan kurangnya complement atau kurangnya protein penting yang mempunyai peran sebagai peradangan, yang biasanya ditemukan di SLE.

Penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik lainnya disebabkan karena faktor lingkuangan. Biasanya faktor lingkungan yang bisa menjadi penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik. Penyebab karena mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu dan juga zat kimia yang bisa meningkatkan terjadinya resiko penyakit lupus eritematosus sistemik. Faktor lingkingan ini bertindak seperti antigen yang pada akhirnya memberikan reaksi pada tubuh atau dengan cara memasukkan antigen baru ke dalam sistem kekebalan. Berbagia virus dan juga mikroba yang mengubah DNA atau juga mengubah RNA struktur yang penting dalam kromosom dan membuatnya melakukan rangsangan jika mereka merupakan suatu antigen.

Banyak hal yang menjadi penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik, misalnya adalah faktor gen, lingkungan, sel T, sel B, antibodi yang bergabung dan kemudian menghasilkan apa yang dikenal dengan penyakit lupus. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti faktor mana yang paling cocok dan paling kuat yang menyebabkan penyakit ini muncul. Dan hingga saat ini penyakit lupus diketahui hanya terjadi akibat perubahan pada regulasi sistem kekebalan yang membuat tubuh menjadi kebih sensitif pada jaringan selnya sendiri.

Penyakit lupus biasanya menyerang wanita yang berusia muda dengan kejadian puncaknya usia 15-40 tahun selama masa reproduktif dengan ratio wanita dan juga pria 5:1. Selama 30 tahun terakhir ini, penyakit lupus sudah menjadi salah satu jenis penyakit rematik yang paling utama di dunia. Pravalensi dari penyakit lupus yang terjadi pada berbagai negara bisa sangat bervariasi antara 2,9/100.000-400/100.000. penyakit lupus biasanya juga sering ditemukan pada beberapa ras tertentu misalnya adalah ras Negro, ras Cina, dan kemungkinan juga Filipina.

Penyebab Penyakit Lupus

Hingga saat ini penyebab penyakt lupus eritematosus sistemik masih belum diketahui dengan lebih jelas, dimana masih banyak terdapat butki mengenai patogenesis penyakit lupus yang sifatnya multifaktoral misalnya seperti :

  1. Faktor keturunan
  2. Faktor lingkungan
  3. Dan juga faktor hormonal pada respons umum.

Faktor genetik atau faktor keturunan memegang peranan yang sangat penting pada penderita penyakit lupus dengan suatu resiko yang menjadi semakin meningkat pada mereka yang saudara kandung dan pada kembar monozigot. Penelitian terakhir menunjukan adanya banyak gen yang mempunyai peran penting dan paling utama adalah gen yang bisa mengkode unsur-unsur dari sistem kekebalan tubuh. dan diduga kuat berhubungan dengan gen respons imun spesifik pada kompleks histokompabalotas mayor kelas II, yakni HLA-DR2 dan HLA-DR3 serta dengan suatu komponen komplemen yang mempunyai peran dalam suatu fase awal reaksi ikat komplemen yang sudah terbukti jelas. Gen-gen lainnya yang juga mulai ikut berperan adalah gen yang bisa mengkode suatu reseptor sel T, immunoglobulin dan juga sitokin.

Faktor lingkungan yang menjadi salah satu penyebab penyakit lupus eritematosus sistemuk misalnya seperti terjadinya sinar radiasi ultra violet, tembakau, jenis obat-obatan tertentu dan akibat serangan virus. Pada sinar UV yang lebih mengarah pada self-immunity dan juga terjadinya kehilangan suatu toleransi yang bisa menyebabkan apoptosis keratinosit. Selain itu juga, sinar ultra violet yang bisa mengakibatkan terjadinya suatu pelepasan pada mediator imun penderita penyakit lupus dan juga memegang suatu peranan yang penting dalam fase induksi dengan langsung untuk mengubah sel DNA, serta bisa mempengaruhi sel imunoregulator yang jika dalam keadaan normal bisa membantu untuk menekan dari terjadinya suatu kelainan pada peradangan di kulit. Faktor lingkungan yang lain yakni adalah kebiasaan merokok yang bisa menunjukkan bahwa perokok mempunyai resiko tinggi terkena penyakit lupus.

Faktor hormonal sebagai salah satu penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik. Kebanyakan kasus penyakit lupus ini lebih menyerang wanita muda dan menurut beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya suatu hubungan yang timbal balik dari kadar hormon estrogen di dalam sistem imun. Estrogen sendiri mengaktivasi sel B poliklonal sehingga akan mengakibatkan suatu produksi dari autoantibodi dengan jumlah yang berlebihan pada penyakit upus. Autoantibodi yang terjadi pada enyakit lupus ini kemudian dibentuk untuk bisa menjadi suatu antigen nuklear. Dan selain itu juga, terdapat suatu antibodi pada struktur sel yang lainnya misalnya adalah eperti eritrosit, trombosit dan juga fosfolipid. Obat penyakit lupus yang diberikan biasanya hanya untuk mengurangi gejalanya saja.

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik – Secara global, diperkirakan terdapat 5 juta orang dengan lupus. Di Indonesia jumlah kasus penyakit lupus eritematosus sistemik yang tercatat mencapai 8.693 orang hidup dengan lupus atau meningkat dua kali dibandingkan dengan tahun 2004. Jumlah diyakinin adalah puncak gunung es karena banyak orang hidup dengan lupus tidak terdiagnosis.  Menurut survey, 9 dari 10 penderita lupus adalah perempuan. Lupus terdapat dalam da sampai tiga kasus lebih banyak pada ras Afrika, Asia, Hispanik, dan Amerika asli. Lupus terdeteksi lebih banyak pada masa produktif, yaitu usia 15-44 tahun.  Sejauh ini hanya 10 persen dari orang hidup dengan lupus yang memiliki saudara dekat  (orang tua atau saudara) yang juga terkena atau mungkin terserang lupus. Hanya sekitar 5  persen dari bayi yang dilahirkan oleh orang hidup dengan lupus kemungkinan akan terkena penyakit ini.

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit Lupus

Penyakit lupus  eritematosus tidak menular, langka, bersifat seperti penyakit kanker. Belum diketahui secara pasti penyebab lupus. Namun, para penelit meyakini faktor genetic meningkatkan resiko terkena lupus. Faktor lingkungan juga bisa memicu lupus,  diantaranya infeksi, obat-obatan, sinar ultraviolet, bahan kimia, stress, dan hormone.  Sejauh ini ada beberapa tipe lupus. Meski tampak serupa, tiap tipe lupus mempunyai  perbedaan gejala dan pengobatan. Lupus eritematosus sistemik    dapat menyerang beberapa bagian tubuh termasuk kulit, paru-paru, ginjal, dan darah. Adapun discoid lupus erythematosus hanya menyerang kulit.

Tipe lain adalah drug induced lupus erythematosus yang terjadi setelah penderita mengonsumsi obat.  Gejala penyakit lupus eritematosus sistemik hilang begitu penderita berhenti  memakai obat penyebab lupus. Sementara it,u, neonatal lupus menyerang bayi yang batu lahir.  Lupus dikenal  sebagai penyakit dengan seribu wajah  sehingga menyulitkan proses diagnosis. Tidak ada dua kasus lupus yang serupa. Hal tersebut disebabkan organ tubuh yang diserang antibody dalam tubuh bisa beragam dan itu juga menimbulkan manifestasi klinis berbeda.

Sinyal dan gejala pada penyakit lupus eritematosus sistemik ini berkembang secara perlahan atau kadang akut, bisa sementara atau permanen, tergantung dari organ tubuh mana yang terserang. Gejalanya  dapat tersamar, bahkan bisa masuk masa remisi hingga mencapai beberapa tahun sebelum terdiagnosis.  Beberapa gejala yang dijumpai adalah sakit pada sendi, demam, sendi bengkak, lelah berkepanjangan, ruam pada kulit, anemia, dan gangguan ginjal. Sejumlah gejala lain adalah sakit di dada saat tarik napas dalam, ruam bentuk kupu-kupu melintang pada pipi dan hidunh, sensitive pada matahari atau sinar, rambut rontok, jari jadi putih, atau biru pada saat dingin, penyakit stroke dan sariawan.

Lupus bisa menyebabkan trombosit jadi rendah, sakit kepala, stroke, dan keguguran. Penyakit otoimun ini juga bisa menyebabkan gangguan pembuluh darah kecil. Lupus mengganggu  mekanisme pembekuan darah, darah mudah membeku yang menyebabkan stroke.  Lupus sulit terdiagnosisi. Jika perempuan muda sakit dan tak juga kunjung sembuh meski bolak balik berobat ke dokter, ia patut diduga kena lupus. Sebagai contoh, penderita didiagosis demam berdarah karena trombositnya rendah dan ada bercak merah, tetapi tidak juga pulih.

 Gejala Penyakit Lupus

Gejala dari penyakit lupus eritematosis sistemik bervariasi, semua tergantung dari bagian tubuh mana yang diserang dan juga melibatkan banyak organ tubuh di dalam tubuh manusia dengan suatu perjalanan klinis yang terjadi secara kompleks dan sangat beragam. Biasanya bisa ditandai dengan serangan akut, periode aktif, kompleks dan juga remisi dan biasanya lebih sering terjadi pada keadaan awal yang tidak dikenal sebagai penyakit lupus. Hal ini biasanya bisa terjadi akibat dari gejala penyakit lupus dan seringkali tidak akan terjadi dan terlihat dalam waktu yang bersamaan. Seseorang bisa saja selama beberapa tahun ini mengeluhkan nyeri sendi yang terjadi secara berpindah-pindah namun tanpa adanya suatu keluhan yang lain. Kemudian setelah itu akan diikuti dengan gejala klinis yang lain misalnya adalah terjadinya fotosensitivitas dan juga lain sebagainya yang pada akhirnya akan memenuhi suatu kriteria pada penyakit lupus.

Kelelahan adalah salah satu faktor atau suatu keluhan yang terjadi secara umum dan banyak di jumpai pada penderita penyakit lupus dan hal ini biasanya terjadi mendahului dari berbagai gejala klinis yang lain. Kelelahan ini agaknya masih sulit untuk dinilai karena kondisi lain yang banyak yang masih bisa mengakibatkan terjadinya suatu kelelahan, misalnya adalah penyakit anemia, meningkatnya tekanan pekerjaan, konflik suatu kejiwaan, serta pemakaian jenis obat-obatan tertentu misalnya adalah prednison. Jika kelelahan ini disebabkan karena suatu aktivitas penyakit lupus, maka sangat diperlukan sekali suatu pemeriksaan penunjang yang lainnya yakni adalah seperti kadar C3 serum yang sangat rendah. Dan kelelahan yang terjadi akibat dari penyakit ini biasanya akan memberikan suatu respons pada pemberian jenis obat steroid atau juga latihan.

Berat badan yang menurun juga sering terlihat pada penderita penyakit lupus dan biasanya terjadi setelah beberapa bulan sebelum penegakkan diagnosis. Penurunan dari berat badan ini bisa diakibatkan karena nafsu makan yang menurun atau bisa juga disebabkan karena gejala gastrointestinal. Selain itu, demam adalah salah satu bentuk gejala konstitusional penyakit lupus yang susah untuk dibedakan dari penyebab lainnya misalnya adalah terjadinya suatu infeksi akibat dari suhu tubuh yang meningkat lebih dari 40 derajat celcius tanpa adanya suatu bukti dari infeksi yang lainnya misalnya adalah seperti leukositosis. Demam yang terjadi akibat dari penyakit lupus ini biasanya tidak disertai juga dengan menggigil.

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Menular atau Tidak

Penyakit Lupus Menular atau Tidak  – Lingkungan kita penuh dengan zat kimia dan mikroba yang dapat membawa atau memperburuk penyakit autoimun. Selain itu, sinar matahari memainkan peran, seperti juga pola makan. Hanya sebagian kecil orang yang terkena unsur-unsur “lupogenic” mengidap penyakit ini dengan anggapan kode genetis tertentu meningkatkan faktor-faktor risiko.

Penyakit Lupus Menular atau Tidak

Penyakit Lupus Menular atau Tidak

Penyakit Lupus

Jumlah unsur-unsur lupogenic yang dapat menyebabkan penyakit ini belum diketahui dan tidak semua orang berisiko terkena gejala-gejalanya. Penting ditekankan bahwa jika Anda berisiko secara genetis, sebaiknya Anda melakukan tindakan pencegahan dengan menjauhi terpaan lingkungan yang tidak penting, tetapi Anda tidak perlu merasa takuut terhadap lingkungan sehingga Anda tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi sosial.

Sementara anggota-anggota keluarga mungkin memiliki unsur genetis yang sama dengan pasien lupus, pertanyaan yang sering terlontar adalah apakah Penyakit Lupus Menular atau Tidak ? Penelitian kami menyatakan bahwa lupus tidak menular dari seseorang kepada yang lain, seperti pada penyakit infeksi. Penting diingat bahwa genetis dan lingkungan memainkan peran dalam membawa, meredakan, memperburuk maupun memicu lupus.

Penyakit lupus menular atau tidak, ini yang harus dijelaskan lagi bahwa penyakit lupus tidak menular. Penyakit lupus merupakan salah satu bentuk peradangan yang terjadi secara kronik yang diakibatkan karena penyakit autom imun dan juga terjadi jika tisu pada badan diserang oleh sistem keimunan di dalam tubuh. Sistem imun sendiri adalah salah satu sistem yang sangat komprleks. Pada penyakit lupus sendiri, sistem kekebalan tubuh sudah tidak bisa membedakan lagi mana kawan dan juga mana lawan. Ibaratnya ditembok oleh pistol yang kita pegang sendiri.

Namun, hal yang paling berbahaya adalah penyakit lupus ini sulit untuk didiagnosis. Penyakit ini masih terbilang sulit untuk bisa terdeteksi. Banyak dari pasien yang masih bolak balik melakukan pemeriksaan ke dokter karena penyakit ini masih tidak kunjung sembuh juga. Dan bertahun-tahun kemudian penyakit ini bisa didiagnosis. Jadi penyakit ini tidak bisa didiagnosis pada saat pertama kali pasien melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter biasanya memutuhkan alat rekam medis yang lumayan cukup panjang, membutuhkan wawancara yang lebih mendalam lagi mengenai riwayat dari kesehatan si pasien dan juga anggota keluarganya, dan termasuk salah satuanya adalah melakukan berbagai tes lab sebelum kemudian menegakkan diagnosis tersebut.

Diagnosis Penyakit Lupus

Hal lainnya yang bisa membuat penyakit lupus menjadi sulit untuk didiagnosis adalah gejala dari penyakit lupus tidak khas, dan lebih mirip kepada jenis penyakit lain, gejala penyakit lupus yang muncul biasanya tergantung dari bagian tubuh mana yang mengalami serangan. Dan anehnya adalah tidak ada kasus penyakit lupus yang mirip tersebut. Itu disebabka karena bagian tubuh yang diserang berbeda. Jika memang bagian tubuh yang diserang sama, biasanya gejala yang muncul akan lain dan tidak sama. Selain itu ditambah lagi gejala yang akan mengalami perkembangan secara perlahan. Hal ini bisa saja terjadi secara sementara dan juga secara permanen atau menetap.

Gejala penyakit lupus yang terjadi bisa saja ringan dan pada penderita penyakit lupus yang lain bisa menjadi sangat berat dan bisa membahayakan jiwa si penderita. Itu mengapa penyakit lupus juga dikenal sebagai salah satu penyakit dengan seribu wajah atau si peniru ulung. Gejala yang biasanya muncul pada penyakit lupus ini adalah nyeri sendi, sendi yang mengalami pembengkakan, mengalaman kelelahan, ruam pada kulit yang tidak hilang, dan juga sensitif pada sinar matahari, serta perubahan kulit yang berubah menjadi warna putih atau juga warna kebiruan pada saat menggigil, sariawan yang tidak kunjung sembuh, dan juga trombosit yang rendah di dalam darah. Jika wanita yang berusia produktif menderita penyakit, melakukan pemeriksaan dan tidak kunjung sembuh juga maka harus dicurigai penyakit lupus.

Penyebab Penyakit Lupus

Hingga saat ini penyebab dari penyakit lupus sendiri  masih belum diketahui. Dari berbagai teori yang bermunculan. Faktor genetik dianggap sebagai salah satu jenis penyebab yang tersering. Namun faktanya adalah hanya 10 persen si penderita dengan kasus penyakit lupus dalam keluarganya.

Namun ada teori lainnya yang menyebutkan bahwa penyebab dari penyakit lupus adalah karena :

  1. Radiasi sinar ultra violet
  2. Akibat bahan kimia
  3. Jenis obat-obatan tertentu
  4. Stres dan juga kadar hormon

Karena penyakit lupus lebih banyak menyerang wanita, dan terutama adalah wanita muda yang berusia produktif sekitar 20-45 tahun, maka para ahli biasanya menduga adanya suatu kaitan dari hormon estrogen. Namun hal ini masih belum bisa dipastikan dengan lebih dalam. Yang jelas adalah apakah penyakit lupus menular atau tidak, jawabannya adalah tidak menular.

Karena hingga saat ini penyebab penyakit lupus masih belum jelas, dan hingga saat ini juga para ahli masih juga belum menemukan obat penyakit lupus yang tepat. Biasanya pengobatan yang dilakukan hanya untuk membantu menurunkan gejala dan terjadinya peradangan, serta dengan membantu menjaga tubuh agar fungsi dari tubuh bisa tetap dalam keadaan yang normal. Pemberian dari terapi dan jenis obat penyakit lupus ini semuanya tergantung dari dibagian tubuh mana yang mengalami peradangan dan seberapa besar tingkat keparahan yang terjadi. Karena itulah,pengobatan penyakit lupus bisa sangat beragam pada setiap orang yang mengalami penyakit ini. Obat untuk kebanyakan penderita penyakit lupus adalah obat anti peradangan, obat kortikosteroid, asetaminofen, dan obat antimalaria.

Penyakit Lupus Menular atau Tidak

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus – Secara sederhana, lupus erythematosus terjadi ketika tubuh menjadi alergi terhadap dirinya sendiri. Dalam istilah immunology dapat dikatakan, bahwa lupus adalah kebalikan dari apa yang terjadi pada kanker maupun AIDS. Pada lupus, tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap stimulus asing dan memproduksi banyak antibodi, atau protein-protein yang melawan jaringan tubuh. Karena itu, lupus disebut dengan penyakit autoimun.

 Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus 1

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus 1

 Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus 2

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus 2

 

Penyakit Lupus

Kadang-kadang reaksi kekebalan tubuh otomatis dari lupus hanya terbatas pada kulit dan mungkin mengakibatkan hasil tes darah ANA negatif. Kondisi ini disebut cuteneuos atau discoid lupus erythematosus (DLE). Meskipun ini bukan istilah yang akurat, namun membantu membedakan pasien-pasien tersebut dari yang mengidap SLE. Sekitar 10 % dari pasien lupus mengalami kondisi ini. Ketika ciri-ciri internal juga memperlihatkan dan memenuhi kriteria ACR menyebut kondisi ini dengan systemic lupus erythemtosus (SLE).

Penderita lupus SLE yang memiliki Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus seperti tekanan mental, kecemasan, sakit saat menghirup napas dalam, demam, pembengakkan kelenjar, dan tanda-tanda pembengkakan tulang sendi atau ruam tetapi yang organ dalamnya tidak terkena (misalnya, jantung, paru-paru, ginjal atau hati) dianggap mengidap penyakit non-organ (non-organ-threatening disease). Data statistik memang berbeda-beda. Pasien dengan penyakit non organ memiliki harapan hidup yang normal dan tidak lazim bagi mereka untuk terkena penyakit pada organ-organ utama setelah 5 tahun pertama mengidapnya.

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus

Ciri dan kriteria penyakit lupus yang muncul pada sistem kardiovaskular adalah penyakit perikardial, yang bisa berbentuk perikarditis yang ringan, efusi pada perikardial sampai terjadinya suatu penebalan pada perikardial. Selain itu, miokarditis yang juga ditemukan pada sekitar 15% kasus, yang kebanyakan ditandai dengan takikardia, aritmia, interval PR dengan memanjang, kardiomegali sampai terjadinya penyakit gagal jantung. Endokarditis Libman-Sachs, yang seringkali tidak bisa didiaganosa di dalam klinik, namun pada data autopsi bisa mendapatkan sekitar 50% enderita penyakit lupus yang disertai juga dengan terjadinya penyakit endokarditis Libman-Sachs. Adanya suatu vegetasi pada katup jantung yang disertai dengan demam yang bisa diduga kuat kemungkinan dari terjadinya endokarditis bakterialis. Wanita dengan kasus penyakit lupus mempunyai resiko mengalami penyakit jantung koroner sebesar 5-6% lebih besar dibandingkan dengan wanita yang normal. Pada wanita yang berusia sekitar 35-44 tahun, resiko ini akan menjadi semakin tinggi bisa mencapai 50%.

Ciri dan kriteria penyakit lupus yang menyerang paru-paru, sifatnya lebih kepada subklinik sehingga foto thoraks dan juga spirometri yang harus dilakukan pada penderita penyakit lupus dengan gejala seperti batuk, sesak nafas, atau terjadinya suatu kelainan respirasi lainnya. Pleuritis dan juga nyeri pleuritik juga bisa ditemukan pada sekitar 60% kasus. Dan pada efusi pleura juga bisa ditemukan pada skeitar 30% kasus, namun biasanya terjadi dengan ringan dan terjadi secara klinik serta tidak bermakna. Fibrosis intersititial, vakulitis pada paru, dan juga penyakit pneumonotis yang bisa juga ditemukan pada sekitar 20% kasus, namun secara klinis biasanya seringkali masih sulit untuk dibedakan dengan penyakit pneumonia serta penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit hipertensi pulmonal yang biasanya sering dideteksi pada pasien dengan kasus antifosfolipid. Pasien dengan kasus nyeri pada pleuritik dan juga penyakit hipertensi pulmonal harus mendapatkan evaluasi pada suatu kemungkinan sindrom antifosfolipid dan juga emboli paru.

Kelainan ginjal yang terjadi pada penyakit lupus harus dilakukan dengan cara menilai adanya atau tidak penyakit hipertensi, urinalisis untuk bisa melihat proteinuria dan juga silinderuria, ureum dan kreatinin proteinuria kuantitaif dan juga klirens kreatinin. Dan secara histologik, WHO sudah menetapkan pembagian dari nefritis penyakit lupus menjadi 5 kelas. Pada pasien kasus SLE de3ngan hematurian mikroskopik dan juga proteinuria dengan terjadinya kasus penurunan pada GFR harus lebih dulu mendapatkan suatu pertimbangan untuk melakukan biopsi ginjal.

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit lupus adalah salah satunya pemeriksaan autoantibodi. Proses darii patogenik dalam setiap penyak yang juga tidak terlepas dari hubungannya dengan proses imunologik, baik yang terjadi secara spesifik atau juga non spesifik. Hubungan ini pastinya terlihat lebih nyata pada penyakit autoimun dan termasuk salah satu yang ada di dalamnya penyakit lupus adalah, penyakit arthritis reumatoid, sindroma Sjogren dan lain sebagainya. Adanya suatu antibodi yang termasuk autoantibodi yang lebih sering digunakan dalam usaha untuk membantu menegakkan diagnosis ataupun evaluasi dari terjadinya suatu perkembangan penyakit serta terapi yang digunakan.

Pembentukan dari autoantibodi cukup lebih kompleks dan juga belum ada satu atau kajian yang bisa menjelaskan dengan lebih utuh mengenai mekanisme dari patofisiologisnya. Dan demikian juga halnya dengan masalah yang terjadi pada otominunitas. Pada kasus masalah yang terakhir, dikatakan akan terjadi suatu kekacauan dalam sistem toleransi imun dengan hubungan pada sentral T helper dan juga menimbulkan banyaknya dugaan antara lain adalah modifikasi dari autoantigen, kemiripan atau juga mimikro dari molekuler antigeni serta epitop sel-T, cross reactive peptide pada kasus epitop sel-B, mekanisme bupass idiopatik, dan aktivasi dari poliklonal serta hal lain sebagainya.

Di sisi lain, keterlibatan jantung, paru-paru, ginjal atau adanya kelainan hati atau darah mengindikasikan bahwa penyakit organ (organ-thereatening disease) sedang bekerja. Ini mungkin bisa mematikan jika pasien tidak ditangani dengan obat-obatan kortikosteroid (steroid alami) atau pengobatan lain. Sebanyak 35 % pasien lupus termasuk dalam kategori ini.

 Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , | Leave a comment

Tentang Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus  – Penyakit lupus dapat dikelompokkan dalam penyakit lupus diskoid, lupus sitemik, dan lupus karena obat.

a. Penyakit lupus diskoid adalah penyakit lupus yang terbatas pada kulit. Penyakit ini biasanya lebih ringan, hanya sekitar 10-15 % yang menjadi lupus sistemik.

b. Lupus sistemik merupakan penyakit lupus yang dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh seperti dikemukakan terdahulu. Penyakit lupus yang disebabkan obat menimbulkan gejala seperti penyakit lupus sistemik, tetapi penyakit akan membaik jika obat dihentikan.

Tentang Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus, Obat yang sering menimbulkan lupus adalah prokainamid (obat untuk memperbaiki irama jantung), hidralazin (obat darah tinggi), serta INH (Obat tuberkulosis). Jadi, penyakit lupus memang merupakan penyakit yang memerlukan perhatian. Namun, jika diobati dengan baik, penyakit ini dapat dikendalikan.

Tentang Penyakit lupus termasuk penyakit yang sering dijumpai. Di kalangan ras Kaukasia kejadiannya 1 dari 1.000 penduduk, tepai kejadian lupus di kalangan kulit berwarna ternyata lebih tinggi. Penyakit lupus biasanya di jumpai pada perempuan usia subur. Di Indonesia, penyakit lupus mulai sering dijumpai, mungkin disebabkan kepedulian dokter dan masyarakat yang semakin meningkat.

Penyakit lupus merupakan salah satu bentuk penyakit yang sulut dan biasanya membuat bingung dan bisa mempengaruhi semua strujtur sel serta organ di dalam tubuh si penderita. Diantaranya adalah potensi dari epidermis, jaringan dalam otot, dan semua sendi di dalam tubuh serta darah serta aliran darah, paru-paru, sistem kardiovaskular, ginjal serta otal. Adanya suatu bentuk tambahan dari penyakit lupus yang paling utama bisa mempengaruhi epidermis. Dan pada beberapa orang yang mendapatkan obat-induced lupus sebagai salah satu bentuk reaksi pada jenis obat-obatan untuk melakukan pengobatan gangguan yang lainnya. Selain itu, sebagian besar dari tanda-tanda atau gejala yang menghilang setelah individu sudah tidak lagi menggunakan obat resep.

Tentang penyakit lupus, penyakit ini tidak menular. Dan satu orang tidak bisa mendapatkannya lewat dari orang lain atau melakukan proses penualran dan adanya tindakan pencegahan yang harus diambil secara dekat dengan seorang individu yang mendrita penyakit lupus.

Penyakit lupus yang menyerang hemopoetik akan terjadi peningkatan pada laju endap darah atau LED yang biasanya juga disertai dengan penyakit anemia normositik normokrim yang terjadi akibat dari anemia misalnya karena penyakit kronik, penyakit ginjal kronik, gastritis, erosif dengan terjadinya suatu pendarahan dan penyakit anemia hemolitik autoimun. Selain itu juga ditemukan pada leukopenia dan limfopenia pada kasus 50-80%. Adanya leukositosis harus dicurigai kemungkinan dari terjadinya infeksi. Trombositopenia pada kasus penyakit lupus biasanya ditemukan pada 20% kasus. Pasien yang awalnya menunjukkan adanya suatu gejala trombositopenia idiopatik atau ITP, dan kemudian seringkali menjadi semakin berkembang berubah menjadi penyakit lupus setelah kemudian ditemukan suatu gambaran dari penyakit lupus yang lain.

Selain itu, hubungan antara penyakit lupus dengan susunan saraf sangat bervariasi, bisa terjadi penyakit migrain, neuropati perifer, sampai terjadinya kejang dan psikosis. Kelainan dari tromboembolik dengan antobodi anti-fosfolipid yang bisa menjadi salah satu bentuk penyebab paling banyak dari kelainan serebrovaskular pada kasus penyakit lupus. Neuropati perifer yang paling utama tipe sensorik yang lebih banyak ditemukan sektar 10% kasus.

Keterlibatan dari saraf otak yang biasanya jarang ditemukan. Dan kelainan secara psikiatrik sering juga ditemukan, dimulai dari ansietas, depresi dan terjadinya psikosis. Kelainan pada psikiatrik yang juga dipicu oleh terapi steroid. Analisis dari cairan serebrospinal yang seringkali tidak memberikan suatu gejala yang lebih spesifik lagi, terkecuali untuk bisa menyingkirkan suatu kemungkinan dari terjadinya infeksi. Eelektroensefalografi atau EEG yang juga tidak memberikan suatu gambaran yang lebih spesifik. CT scan otak terkadang juga dibutuhkan untuk bisa membedakan adanya suatu infark atau terjadinya pendarahan.

Hubungan atau keterlibatan dari bagian tubuh gastrointestinal pada penyakit lupus akan menimbulkan gejala nyeri perut yang terjadi dengan tidak spesifik, splenomegali, peritonitis aspetik, vakulitis mesenterial, pankreatitis. Dan selain itu juga, ditemukan adanya suatu peningkatan pada SGOT dan SGPT yang herus di evalulasi terlebih dahulu pada suatu kemungkinan terjadinya penyakit hepatitis autoimun.

Cara Mencegah Penyakit Lupus

Hingga saat ini penyebab dari penyakit lupus masih belum diketahui dengan jelas, oleh karena itulah pengobatan yang dilakukan sifatnya adalah mengurangi gejala dan menurunkan terjadinya peradangan.

Cara mencegah penyakit lupus sendiri dilakukan dengan :

  1. Menghindari stres dan juga menerapkan pola hidup yang sehat.
  2. Mengurangi terjadinya kontak langsung yang terjadi secara berlebihan dengan paparan sinar matahari.
  3. Stop untuk merokok
  4. Melakukan olahraga secara teratur
  5. Menerapkan diet nutrisi

Penderita penyakit lupus disebut dengan istilah odapus. Odapus bisa melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis rheumatology. Jika melakukan pengobatan secara teratur dan melakukannya sesuai dengan anjuran dokter yang biasanya membuat pasien harus minum obat secara teratur, penyakit lupus bisa ditanggulangi dan ditangani dengan baik. Dan idapus akan bisa hidup dalam keadaan yang normal. Penyakit lupus tidak menular, selain itu kita juga tidak usah khawatir dalam melakukan hubungan kontak dengan penderita penyakit lupus. Karena mereka membutuhkan dorongan dan motivasi untuk menghindari mereka mengalami stres.

Itulah informasi tentang penyakit lupus. Semoga bermanfata untuk Anda semua.

Tentang Penyakit Lupus

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus – Penyakit lupus termasuk penyakit autoimun. Artinya, tubuh menghasilkan antibodi yang sebenarnya untuk melenyapkan kuman atau sel kanker yang ada ditubuh, tetapi dalam keadaan autoimun, antibodi tersebut ternyata merusak organ tubuh sendiri.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Organ tubuh yang sering dirusak adalah ginjal, sendi, kulit, jantung, paru, otak dan sistem pembulu darah. Semakin lama proses perusakan terjadi, semakin berat kerusakan organ tubuh. Jika penyakit lupus melibatkan ginjal dalam waktu lama fungsi ginjal akan menurun dan pada keadaan tertentu memang diperlukan cuci darah.

Gejala penyakit lupus sistemik amat beragam. Demam merupakan Gejala Penyakit Lupus  yang sering timbul. Di samping itu, mungkin juga terdapat nyeri sendi, kelainan pada kulit, anemia, gangguan fungsi ginjal, nyeri kepala sampai kejang. Pada jantung atau paru bisa terdapat cairan sehingga timbul sesak nafas. Gejala ini tak semuanya timbul pada seorang penderita lupus. Penderita lupus mungkin hanya mengalami beberapa gejala saja. Penyakit lupus dapat dikelompokkan dalam penyakit lupus diskoid, lupus sitemik, dan lupus karena obat.

Penyakit lupus merupakan salah satu jenis penyakit yang sulit untuk didiagnosis. Karena gejala penyakit lupus yang muncul lebih sama kepada penyakit umum yang lainnya dan selain itu juga penyebab dari penyakit lupus serta pengobatan dari penyakit lupus yang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Itu mengapa penyakit lupus disebut dengan istilah penyakit seribu wajah. Karena gejala penyakit lupus yang muncul ini lebih mirip dengan gangguan kesehatan lain yang sering terjadi. Dan jika penyakit lupus menyerang organ jantung, maka biasanya gejala penyakit lupus yang muncul adalah lebih mirip kepada penyakit jantung.

Gejala Penyakit Lupus

Dan pada beberapa gejala awal yang sering dialami oleh pasien penyakit lupus diantaranya adalah :

  1. Sakit kepala
  2. Nyeri sendi atau nyeri tulang
  3. Demam dalam jangka waktu yang lama akibat dari infeksi
  4. Penyakit anemia
  5. Mengalami kelelahan

Sedangkan pada gejala lanjutan darin penyakit lupus diantaranya adalah :

  1. Bercak merah yang mirip seperti kupu-kupu
  2. Ujung jari yang warnanya biru pucat
  3. Kejang
  4. Sakit kepala
  5. Penyakit stroke
  6. Keguguran pada ibu hamil

Jika seseirang merasakan gejala seperti ini maka sebaiknya langsung melakukan pemeriksaan ke dokter. Jika tidak didiaganosis secara dini, maka penyakit lupus ini akan menjadi sangat berbahaya dan sama berbahayanya dengan penyakit kanker, penyakit jantung atau juga penyakit AIDS yang pada akhirnya akan menimbulkan terjadinya kematian. Hal ini disebabkan nkarena penyakit lupus bisa menyerang ke bagian organ tubuh vital seseorang dengan lebih mudah misalnya adalah seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati dan penyakit paru-paru.

Jenis Penyakit Lupus

Penyakit lupus sendiri terbagi menjadi beberapa jenis dibawah ini :

  1. Systemic lupus arythematosus
    Penyakit lupus ini awalnya bisa berpengaruh pada bagian tubuh mana saja. Sistem yang ada di dalam tubuh yang lebih umum terserang adalah sendi, kulit serta bagian paru-paru, ginjal serta bagian darah. Lupus yang biasanya terjadi adalah penyakit sistemyc lupus erythematosus.
  2. Discoid lupus erythematosus
    Penyakit lupus ini biasanya lebih berdampak pada kulit. Mereka dnegan kasus penyakit lupus discoid ini biasanya akan mengalami ruam dibagian wajah, dibagian leher serta bagian kulit kepala. Dan sejumlah kecil yang mereka alami dengan discoid lupus juga bisa megalami penyakit systemic lupus erythematosus, walaupun tidak mungkin untuk bisa memprediksi siapa saja yang bisa beresiko mengalami penyakit lupus dengan kasus yang lebih serius.
  3. Drug-induced lupus erythematosus
    Penyakit lupus ini biasanya terjadi setelah seseorang menggunakan obat-obatan jenis tertentu. Namun tidak semua orang bisa menggunakan obat ini mengalami penyakit lupus. Penyakit lupus ini lebih berpengaruh pada terjadinya berbagai sistem di dalam tubuh. Namun tanda atau gejalanya kemuduan akan hilang disaat Anda menggunakan obat-obatan yang menjadi pemicu dari penyakit lupus ini.
  4. Neonatal lupus
    Hal ini merupakan salah satu bentuk yang langka dan jarang dan berdampak pada bayi yang baru saja lahir. Ibu dengan kasus antibody jenis tertentu dengan hubungan pada penyakit autoimun bisa menurunkannya pada bayi yang dilahirkan. Atau bahkan jika si ibu tidak mempunyai tanda atau penyakit automimun tadi. Neonatal lipus ini bisa hilang sebelum perkembangannya ditunjukkan. Dan untuk kasus yang lebih serius lagi, hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah pada sistem elektrik jantung.

Obat Penyakit Lupus

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit lupus adalah tergantung dari gejala serta tanda yang muncul. Karena tidak semua orang mengalami semua gejala penyakit lupus. Lupus merupakan salah satu bentuk penyakit yanjg kronis yang membutuhkan jangka waktu lebih lama, maka gejala serta tanda yang timbul juga tidak membutuhkan pengobatan seara menyeluruh karena juga membutuhkan suatu pertimbangan dengan lebih cermat tentang manfaat serta resiko dari pengobatan yang dilakukan.

Beberapa jenis obat penyakit lupus yang banyak digunakan adalah :

  1. Obat NSAID
    Obat ini seperti obat naproxen dan ibuprofen yang biasanya bisa digunakan untuk mengobati terjadinya nyeri, pembengkakan dan demam.
  2. Obat antimalaria
    Obat ini digunakan selain untuk mengobati penyakit malaria juga membantu penyakit lupus.
  3. Obat kortikosteroid
    Obat ini digunakan untuk membantu melawan terjadinya suatu peradangan, namun lebih sering menghasilkan efek samping yang terjadi dalam jangka waktu lama.

Gejala Penyakit Lupus

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment