Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit yang biasanya akan dialami dan diderita oleh mereka sejak mereka lahir dan biasanya sudah didiagnosis oleh mereka mencapai usia 89 tahun. Penyakit lupus eritematosus sistemik adalah penyakit yang disebabkan karena tubuh melakukan reaksi yang dilakukan dengan berlebihan pada stimulus asing dan tidak dikenal dan juga memproduksi banyak antibodi, atau juga protein-protein yang biasanya melawan jaringan tubuh.

penyakit-lupus

Penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik adalah disebabkan karena genetikan lupus. Gen bissa memperbesar peluang resiko penyakit lupus dengan cara meningkatkan kemampuan tubuh untuk lebih memproduksi banyak antibody. Gen ini adalah gen HLA (Human Leukocyte Antigen) tingkat II (ada gen tingkat I, II, dan III) dan juga pada gen-gen ini biasnaya akan muncul pada permukaan sel sehingga akan memunculkan zat luar yang disebut dengan antigen. Untuk sel darah putih yang menjadi pusat sistem kekebalan tubuh.

Kerusakan yang terjadi pada gen HLA yang tingkat III akan menyebabkan kurangnya complement atau kurangnya protein penting yang mempunyai peran sebagai peradangan, yang biasanya ditemukan di SLE.

Penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik lainnya disebabkan karena faktor lingkuangan. Biasanya faktor lingkungan yang bisa menjadi penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik. Penyebab karena mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu dan juga zat kimia yang bisa meningkatkan terjadinya resiko penyakit lupus eritematosus sistemik. Faktor lingkingan ini bertindak seperti antigen yang pada akhirnya memberikan reaksi pada tubuh atau dengan cara memasukkan antigen baru ke dalam sistem kekebalan. Brbagia virus dan juga mikroba yang mengubah DNA atau juga mengubah RNA struktur yang penting dalam kromosom dan membuatnya melakukan rangsangan jika mereka merupakan suatu antigen.

Banyak hal yang menjadi penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik, misalnya adalah faktor gen, lingkungan, sel T, sel B, antibodi yang bergabung dan kemudian menghasilkan apa yang dikenal dengan penyakit lupus. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti faktor mana yang paling cocok dan paling kuat yang menyebabkan penyakit ini muncul. Dan hingga saat ini penyakit lupus diketahui hanya terjadi akibat perubahan pada regulasi sistem kekebalan yang membuat tubuh menjadi kebih sensitif pada jaringan selnya sendiri.

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Secara global, diperkirakan terdapat 5 juta orang dengan lupus. Di Indonesia jumlah kasus penyakit lupus eritematosus sistemik yang tercatat mencapai 8.693 orang hidup dengan lupus atau meningkat dua kali dibandingkan dengan tahun 2004. Jumlah diyakinin adalah puncak gunung es karena banyak orang hidup dengan lupus tidak terdiagnosis.  Menurut survey, 9 dari 10 penderita lupus adalah perempuan. Lupus terdapat dalam da sampai tiga kasus lebih banyak pada ras Afrika, Asia, Hispanik, dan Amerika asli. Lupus terdeteksi lebih banyak pada masa produktif, yaitu usia 15-44 tahun.  Sejauh ini hanya 10 persen dari orang hidup dengan lupus yang memiliki saudara dekat  (orang tua atau saudara) yang juga terkena atau mungkin terserang lupus. Hanya sekitar 5  persen dari bayi yang dilahirkan oleh orang hidup dengan lupus kemungkinan akan terkena penyakit ini.

Penyakit lupus  eritematosus tidak menular, langka, bersigat seperti kanker. Belum diketahui secara pasti penyebab lupus. Namun, para penelit meyakini faktor genetic meningkatkan resiko terkena lupus. Faktor lingkungan juga bisa memicu lupus,  diantaranya infeksi, obat-obatan, sinar ultraviolet, bahan kimia, stress, dan hormone.  Sejauh ini ada beberapa tipe lupus. Meski tampak serupa, tiap tipe lupus mempunyai  perbedaan gejala dan pengobatan. Lupus eritematosus sistemik    dapat menyerang beberapa bagian tubuh termasuk kulit, paru-paru, ginjal, dan darah. Adapun discoid lupus erythematosus hanya menyerang kulit.

ciri-penyakit-lupus

Tipe lain adalah drug induced lupus erythematosus yang terjadi setelah penderita mengonsumsi obat.  Gejala penyakit lupus eritematosus sistemik hilang begitu penderita berhenti  memakai obat penyebab lupus. Sementara it,u, neonatal lupus menyerang bayi yang batu lahir.  Lupus dikenal  sebagai penyakit dengan seribu wajah  sehingga menyulitkan proses diagnosis. Tidak ada dua kasus lupus yang serupa. Hal tersebut disebabkan organ tubuh yang diserang antibody dalam tubuh bisa beragam dan itu juga menimbulkan manifestasi klinis berbeda.

Sinyal dan gejala pada penyakit lupus eritematosus sistemik ini berkembang secara perlahan atau kadang akut, bisa sementara atau permanen, tergantung dari organ tubuh mana yang terserang. Gejalanya  dapat tersamar, bahkan bisa masuk masa remisi hingga mencapai beberapa tahun sebelum terdiagnosis.  Beberapa gejala yang dijumpai adalah sakit pada sendi, demam, sendi bengkak, lelah berkepanjangan, ruam pada kulit, anemia, dan gangguan ginjal. Sejumlah gejala lain adalah sakit di dada saat tarik napas dalam, ruam bentuk kupu-kupu melintang pada pipi dan hidunh, sensitive pada matahari atau sinar, rambut rontok, jari jadi putih, atau biru pada saat dingin, stroke dan sariawan.

Lupus bisa menyebabkan trombosit jadi rendah, sakit kepala, stroke, dan keguguran. Penyakit otoimun ini juga bisa menyebabkan gangguan pembuluh darah kecil. Lupus mengganggu  mekanisme pembekuan darah, darah mudah membeku yang menyebabkan stroke.  Lupus sulit terdiagnosisi. Jika perempuan muda sakit dan tak juga kunjung sembuh meski bolak balik berobat ke dokter, ia patut diduga kena lupus. Sebagai contoh, penderita didiagosis demam berdarah karena trombositnya rendah dan ada bercak merah, tetapi tidak juga pulih.

 

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Menular atau Tidak

Lingkungan kita penuh dengan zat kimia dan mikroba yang dapat membawa atau memperburuk penyakit autoimun. Selain itu, sinar matahari memainkan peran, seperti juga pola makan. Hanya sebagian kecil orang yang terkena unsur-unsur “lupogenic” mengidap penyakit ini dengan anggapan kode genetis tertentu meningkatkan faktor-faktor risiko.

Jumlah unsur-unsur lupogenic yang dapat menyebabkan penyakit ini belum diketahui dan tidak semua orang berisiko terkena gejala-gejalanya. Penting ditekankan bahwa jika Anda berisiko secara genetis, sebaiknya Anda melakukan tindakan pencegahan dengan menjauhi terpaan lingkungan yang tidak penting, tetapi Anda tidak perlu merasa takuut terhadap lingkungan sehingga Anda tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi sosial.

Sementara anggota-anggota keluarga mungkin memiliki unsur genetis yang sama dengan pasien lupus, penelitian kami menyatakan bahwa lupus tidak menular dari seseorang kepada yang lain, seperti pada penyakit infeksi. Penting diingat bahwa genetis dan lingkungan memainkan peran dalam membawa, meredakan, memperburuk maupun memicu lupus.

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus

Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah penyakti yang kronis autoimun yang terjadi karena produksi antibodi (zat kekebalan tubuh) berlebihan. Penyakit lupus dapat berakibat fatal jika tidak terdiagnosis dan ditangani sejak dini. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus yang menyerupai penyakit ini. Karenanya penyakit ini sering disebut “peniru ulung”.

Penyakit lupus sering menyerang wanita dalam usia produktif. Gejala umumnya dalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, dan pegal-pegal otot. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai kupu-kupu, lemas dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.

Penyakit lupus sendiri dibagi menjadi tiga jenis yaitu LSE (lupus Erythematosus Systemic), lupus discoid dan lupus obat (terjadi karena efek samping obat).

Penyakit lupus tidak menular dan tidak dapat dikatakan sebagai penyakit keturunan. Hingga kini, tingkat prevalensi penderita lupus akibat faktor genetik hanya mencapai 10%. Faktor yang diduga sangat berperan memicu munculnya penyakit lupus adalah lingkungan, seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus.

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Ciri dan Kriteria Penyakit Lupus

Secara sederhana, lupus erythematosus terjadi ketika tubuh menjadi alergi terhadap dirinya sendiri. Dalam istilah immunology dapat dikatakan, bahwa lupus adalah kebalikan dari apa yang terjadi pada kanker maupun AIDS. Pada lupus, tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap stimulus asing dan memproduksi banyak antibodi, atau protein-protein yang melawan jaringan tubuh. Karena itu, lupus disebut dengan penyakit autoimun.

Kadang-kadang reaksi kekebalan tubuh otomatis dari lupus hanya terbatas pada kulit dan mungkin mengakibatkan hasil tes darah ANA negatif. Kondisi ini disebut cuteneuos atau discoid lupus erythematosus (DLE). Meskipun ini bukan istilah yang akurat, namun membantu membedakan pasien-pasien tersebut dari yang mengidap SLE. Sekitar 10 % dari pasien lupus mengalami kondisi ini. Ketika ciri-ciri internal juga memperlihatkan dan memenuhi kriteria ACR menyebut kondisi ini dengan systemic lupus erythemtosus (SLE).

Penderita lupus SLE yang memiliki gejala-gejala seperti tekanan mental, kecemasan, sakit saat menghirup napas dalam, demam, pembengakkan kelenjar, dan tanda-tanda pembengkakan tulang sendi atau ruam tetapi yang organ dalamnya tidak terkena (misalnya, jantung, paru-paru, ginjal atau hati) dianggap mengidap penyakit non-organ (non-organ-threatening disease). Data statistik memang berbeda-beda. Pasien dengan penyakit non organ memiliki harapan hidup yang normal dan tidak lazim bagi mereka untuk terkena penyakit pada organ-organ utama setelah 5 tahun pertama mengidapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sisi lain, keterlibatan jantung, paru-paru, ginjal atau adanya kelainan hati atau darah mengindikasikan bahwa penyakit organ (organ-thereatening disease) sedang bekerja. Ini mungkin bisa mematikan jika pasien tidak ditangani dengan obat-obatan kortikosteroid (steroid alami) atau pengobatan lain. Sebanyak 35 % pasien lupus termasuk dalam kategori ini.

 

 

 

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , | Leave a comment

Tentang Penyakit Lupus

Penyakit lupus dapat dikelompokkan dalam penyakit lupus diskoid, lupus sitemik, dan lupus karena obat.

a. Penyakit lupus diskoid adalah penyakit lupus yang terbatas pada kulit. Penyakit ini biasanya lebih ringan, hanya sekitar 10-15 % yang menjadi lupus sistemik.

b. Lupus sistemik merupakan penyakit lupus yang dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh seperti dikemukakan terdahulu. Penyakit lupus yang disebabkan obat menimbulkan gejala seperti penyakit lupus sistemik, tetapi penyakit akan membaik jika obat dihentikan.

Gambar beberapa ciri dari penyakit lupus

Obat yang sering menimbulkan lupus adalah prokainamid (obat untuk memperbaiki irama jantung), hidralazin (obat darah tinggi), serta INH (Obat tuberkulosis). Jadi, penyakit lupus memang merupakan penyakit yang memerlukan perhatian. Namun, jika diobati dengan baik, penyakit ini dapat dikendalikan.

Penyakit lupus termasuk penyakit yang sering dijumpai. Di kalangan ras Kaukasia kejadiannya 1 dari 1.000 penduduk, tepai kejadian lupus di kalangan kulit berwarna ternyata lebih tinggi. Penyakit lupus biasanya di jumpai pada perempuan usia subur. Di Indonesia, penyakit lupus mulai sering dijumpai, mungkin disebabkan kepedulian dokter dan masyarakat yang semakin meningkat.

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Lupus

Penyakit lupus termasuk penyakit autoimun. Artinya, tubuh menghasilkan antibodi yang sebenarnya untuk melenyapkan kuman atau sel kanker yang ada ditubuh, tetapi dalam keadaan autoimun, antibodi tersebut ternyata merusak organ tubuh sendiri.

Organ tubuh yang sering dirusak adalah ginjal, sendi, kulit, jantung, paru, otak dan sistem pembulu darah. Semakin lama proses perusakan terjadi, semakin berat kerusakan organ tubuh. Jika penyakit lupus melibatkan ginjal dalam waktu lama fungsi ginjal akan menurun dan pada keadaan tertentu memang diperlukan cuci darah.

Gejala penyakit lupus sistemik amat beragam. Demam merupakan gejala yang sering timbul. Di samping itu, mungkin juga terdapat nyeri sendi, kelainan pada kulit, anemia, gangguan fungsi ginjal, nyeri kepala sampai kejang. Pada jantung atau paru bisa terdapat cairan sehingga timbul sesak napas. Gejala ini tak semuanya timbul pada seorang penderita lupus. Penderita lupus mungkin hanya mengalami beberapa gejala saja.

Penyakit lupus dapat dikelompokkan dalam penyakit lupus diskoid, lupus sitemik, dan lupus karena obat.

Posted in Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment