Tentang Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus  – Penyakit lupus dapat dikelompokkan dalam penyakit lupus diskoid, lupus sitemik, dan lupus karena obat.

a. Penyakit lupus diskoid adalah penyakit lupus yang terbatas pada kulit. Penyakit ini biasanya lebih ringan, hanya sekitar 10-15 % yang menjadi lupus sistemik.

b. Lupus sistemik merupakan penyakit lupus yang dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh seperti dikemukakan terdahulu. Penyakit lupus yang disebabkan obat menimbulkan gejala seperti penyakit lupus sistemik, tetapi penyakit akan membaik jika obat dihentikan.

Tentang Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Tentang Penyakit Lupus, Obat yang sering menimbulkan lupus adalah prokainamid (obat untuk memperbaiki irama jantung), hidralazin (obat darah tinggi), serta INH (Obat tuberkulosis). Jadi, penyakit lupus memang merupakan penyakit yang memerlukan perhatian. Namun, jika diobati dengan baik, penyakit ini dapat dikendalikan.

Tentang Penyakit lupus termasuk penyakit yang sering dijumpai. Di kalangan ras Kaukasia kejadiannya 1 dari 1.000 penduduk, tepai kejadian lupus di kalangan kulit berwarna ternyata lebih tinggi. Penyakit lupus biasanya di jumpai pada perempuan usia subur. Di Indonesia, penyakit lupus mulai sering dijumpai, mungkin disebabkan kepedulian dokter dan masyarakat yang semakin meningkat.

Penyakit lupus merupakan salah satu bentuk penyakit yang sulut dan biasanya membuat bingung dan bisa mempengaruhi semua strujtur sel serta organ di dalam tubuh si penderita. Diantaranya adalah potensi dari epidermis, jaringan dalam otot, dan semua sendi di dalam tubuh serta darah serta aliran darah, paru-paru, sistem kardiovaskular, ginjal serta otal. Adanya suatu bentuk tambahan dari penyakit lupus yang paling utama bisa mempengaruhi epidermis. Dan pada beberapa orang yang mendapatkan obat-induced lupus sebagai salah satu bentuk reaksi pada jenis obat-obatan untuk melakukan pengobatan gangguan yang lainnya. Selain itu, sebagian besar dari tanda-tanda atau gejala yang menghilang setelah individu sudah tidak lagi menggunakan obat resep.

Tentang penyakit lupus, penyakit ini tidak menular. Dan satu orang tidak bisa mendapatkannya lewat dari orang lain atau melakukan proses penualran dan adanya tindakan pencegahan yang harus diambil secara dekat dengan seorang individu yang mendrita penyakit lupus.

Penyakit lupus yang menyerang hemopoetik akan terjadi peningkatan pada laju endap darah atau LED yang biasanya juga disertai dengan penyakit anemia normositik normokrim yang terjadi akibat dari anemia misalnya karena penyakit kronik, penyakit ginjal kronik, gastritis, erosif dengan terjadinya suatu pendarahan dan penyakit anemia hemolitik autoimun. Selain itu juga ditemukan pada leukopenia dan limfopenia pada kasus 50-80%. Adanya leukositosis harus dicurigai kemungkinan dari terjadinya infeksi. Trombositopenia pada kasus penyakit lupus biasanya ditemukan pada 20% kasus. Pasien yang awalnya menunjukkan adanya suatu gejala trombositopenia idiopatik atau ITP, dan kemudian seringkali menjadi semakin berkembang berubah menjadi penyakit lupus setelah kemudian ditemukan suatu gambaran dari penyakit lupus yang lain.

Selain itu, hubungan antara penyakit lupus dengan susunan saraf sangat bervariasi, bisa terjadi penyakit migrain, neuropati perifer, sampai terjadinya kejang dan psikosis. Kelainan dari tromboembolik dengan antobodi anti-fosfolipid yang bisa menjadi salah satu bentuk penyebab paling banyak dari kelainan serebrovaskular pada kasus penyakit lupus. Neuropati perifer yang paling utama tipe sensorik yang lebih banyak ditemukan sektar 10% kasus.

Keterlibatan dari saraf otak yang biasanya jarang ditemukan. Dan kelainan secara psikiatrik sering juga ditemukan, dimulai dari ansietas, depresi dan terjadinya psikosis. Kelainan pada psikiatrik yang juga dipicu oleh terapi steroid. Analisis dari cairan serebrospinal yang seringkali tidak memberikan suatu gejala yang lebih spesifik lagi, terkecuali untuk bisa menyingkirkan suatu kemungkinan dari terjadinya infeksi. Eelektroensefalografi atau EEG yang juga tidak memberikan suatu gambaran yang lebih spesifik. CT scan otak terkadang juga dibutuhkan untuk bisa membedakan adanya suatu infark atau terjadinya pendarahan.

Hubungan atau keterlibatan dari bagian tubuh gastrointestinal pada penyakit lupus akan menimbulkan gejala nyeri perut yang terjadi dengan tidak spesifik, splenomegali, peritonitis aspetik, vakulitis mesenterial, pankreatitis. Dan selain itu juga, ditemukan adanya suatu peningkatan pada SGOT dan SGPT yang herus di evalulasi terlebih dahulu pada suatu kemungkinan terjadinya penyakit hepatitis autoimun.

Cara Mencegah Penyakit Lupus

Hingga saat ini penyebab dari penyakit lupus masih belum diketahui dengan jelas, oleh karena itulah pengobatan yang dilakukan sifatnya adalah mengurangi gejala dan menurunkan terjadinya peradangan.

Cara mencegah penyakit lupus sendiri dilakukan dengan :

  1. Menghindari stres dan juga menerapkan pola hidup yang sehat.
  2. Mengurangi terjadinya kontak langsung yang terjadi secara berlebihan dengan paparan sinar matahari.
  3. Stop untuk merokok
  4. Melakukan olahraga secara teratur
  5. Menerapkan diet nutrisi

Penderita penyakit lupus disebut dengan istilah odapus. Odapus bisa melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis rheumatology. Jika melakukan pengobatan secara teratur dan melakukannya sesuai dengan anjuran dokter yang biasanya membuat pasien harus minum obat secara teratur, penyakit lupus bisa ditanggulangi dan ditangani dengan baik. Dan idapus akan bisa hidup dalam keadaan yang normal. Penyakit lupus tidak menular, selain itu kita juga tidak usah khawatir dalam melakukan hubungan kontak dengan penderita penyakit lupus. Karena mereka membutuhkan dorongan dan motivasi untuk menghindari mereka mengalami stres.

Itulah informasi tentang penyakit lupus. Semoga bermanfata untuk Anda semua.

Tentang Penyakit Lupus


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Penyakit Lupus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Lupus and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>